project of mind-uprising!!!

raise ur hand...................
sebuah pemikiran, sebuah harapan, pemaparan tentang apa yang telah usai, semua yang sedang terjadi atau semua yang akan terjadi, sebuah cerita... kebenaran, kebohongan, kepahitan, kebahagian, realita semu atau sekedar pelarian akan berputarnya roda waktu yang tergulir dalam sebuah lembaran - lembaran halaman yang tergores guratan hitam pena sang aryoz, sebuah torehan cerita yang mungkin belum cukup pantas untuk disisipkan dalam lembaran sejarah..... sekedar petualangan pemikiran saja....... welcome to mind exploration!


Showing posts with label September 13. Show all posts
Showing posts with label September 13. Show all posts

Thursday, September 24, 2009

"Till Facebook Do Us Part" CERPENs version

The story of mario and inka

pada suatu kala maryono & indriyatun adalah sepasang kekasih yg berjanji untuk bersama sehidup semati.. setelah dirasa Gale City (a.k.a Trenggalek) tak lagi mewadahi aspirasi, mereka pindah ke metropolis dg harapan menyerta, tinggal d sebuah kos2an dan bekerja d sebuah department store membuat ke2nya berubah nama jd mario & inka, tingkat ekonomi meningkat, gaya hdup beranjak, mereka pun membaur dan menjadi sepasang kekasih metro pada umumnya, dandanan yg lg uPdate serta tren terbaru dengan aktif mereka ikuti, semerbak BLV dan hp seperti BB (baca Nexian) slalu menemani.

online setiap saat dan hengot everyday adalah bagian keseharian mereka, tak ubahnya musim buah saat ini, fesbuk pun menjadi media untuk dikenal dalam gemerlap metro dan cara memperoleh status AGM alias anak gaul metro, yak, mau ini update, setelah begni update, mau ngapa - ngapain update, ya cermin hidup saat ini, namun diantara putaran lifestyle ini, ternyata mario sangat jauh tertinggal, selain ia orang yg berprinsip dan berkpribadian humble, baginya putaran kehidupan metro terasa merubahnya jd hewan, tak jarang mereka bertengkar, sebab atun alias inka semakin doyan party.

hampir setiap hari inka pulang pagi bersama teman2nya, setelah semalam hengot di pelbgai resto n cafe, namun inka malah marah serta melarang mario agar tdk lagi memanggilnya atun, begitu rutinitasyg dilakukan inka stiap hari, kerja trus party dan sampai rumah pun yg durusi oleh inka hanya posting wall dan update status, tak ayal hubungan mereka diambang prahara, cinta yg telah bertahun2 lamanya sejak dari Gale City akhirnya berakhir dg umpatan. ''apa si mas? resek bnget ah, ga penting tauk.. aku inka dan bukan indriyatun'' ''udah ah aq mau ke spa'' lalu inka berlalu dengan legging hitam ketat dan mario pun sedih.

ditengah2 badai dalam hubungan mereka, inka dengan citra diri yang telah ber-evolusi, ia menjadi lebih percaya diri dan berani teRang2an bmain gila dengan jimmy yg tak lain adalah seorang DJ yang dikenalnya pada sebuah acara rave di sebuah pub. sore itu mario mendapati inka tengah fesgedebhukan dengan dj itu dan hal apapun yg dikatakan mario tak dihiraukan oleh inka, "cukup!" teriak mario, dimana teriakan ini membuat inka menoleh dengan sinis. "kita bicara atau aku pergi" kata mario lalu indri dg sok bitchy "yaw uda elo pergi aja" "Oh jadi km lebih milih fesbukan dari pada aku kekasihmu? 'ya!" hardiknya. "uda sana pergi, dasar ndheso, katrok!" puncaknya maryono pergi dg hati terobek dan yakin bahwa fesbuk telah memisahkannya dg inka...

the end of sad story that love are apart by facebook....

sesorang yang berinisial "R" . . . .


Melekat dalam benak saat bersama berjuang akan sebuah hari esok yang lebih baik dengan berbuat kebaikan untuk sesama. “Engkau yang menabur maka engkau jua yang menuai” tutur mu. Semakin menguatkan arti perjuangan kita dalam menghadapi masa – masa sulit. Realita hidup yang memang telah di atur untuk selalu tidak adil bagi kita sebagai sebuah cerita yang harus kita ubah dengan harapan menjadi sebuah keadilan bagi kita semua. Ya.. and the justice for all my friend... masih terdengar jelas pembawaanmu akan menatap waktu dengan eksistensi serta citra diri.
Termaktub dalam sanubari saat berdua kita memadu kasih akan sebuah harapan kebaikan arti dan bukannya sekedar mimpi. Dengan bekerja sama dan bekerja keras disela – sela kita bercanda akan betapa konyolnya hidup yang diperankan oleh seseorang saat hati tak lagi dilapisi oleh nurani dan hanya dengki.
Satu yang kuingat pasti adalah pendirianmu yang begitu kuat menatap waktu untuk terus disikapi dengan aksi tanpa kebisingan serta saling menjaga orang yang ada di sebelah kita disaat yang bersamaan. Bagaimanapun kita menghadapi sesuatu yang lebih besar dari kita semua yakni kematian sang manusiawi dalam raga mereka yang mengisi kursi – kursi penunjukkan.
Laskar penindas semakin merajalela dengan kader – kader baru yang semakin banyak dan tanpa arah, kader ambisius dan rakus akan kesengsaraan serta menghapus toleran. Sebuah barisan tanpa hati untuk menguatkan opini kita tak ubahnya hewan. Memakan atau dimakan, membunuh sebelum akhirnya juga terbunuh oleh manipulasi roda kehidupan yang tidak diatur dalam sebuah cakupan keimanan, melainkan kebutuhan saja titik. Sejauh masih menguntungkan dan tidak membahayakan maka cahaya itu tetap akan menyala.
Sebuah sinaran kecil dari sebuah lilin yang terhempas angin ke segala penjuru mata angin namun masih tetap menyala. Sebuah kesadaran akan keberlangsungan bersama, mengingat hanya ini yang dapat kita lakukan. Tidaklah mungkin sinaran itu dapat sebesar lampu petromax yang terus dipompa dengan persediaan spirtus yang melimpah. Pemilik kuasa dengan segenap tenaga terus memproduksi penindasan memanfaatkan kematian konsistensi dan harga diri. Menebar ancaman serta teror bahwasanya kita hanyalah kepingan kecil tak berarti untuk berhenti dan menyerah.
Betapa saat itu, bersama seseorang yang berinisial “R” berbagi segala cerita akan ketidakdilan yang ada. Apa yang dia makan adalah apa yang ku makan sebab kami makan dari piring yang sama untuk memudahkan apa yang ada dapat terbagi persis, separuh untuknya dan separuh untukku. Meski terkadang aku menyisipkan satu dua sendok ke bagiannya dan begitu sebaliknya.
Namun kini “sesorang” tersebut telah pergi bersama bayang – bayang antara ada dan tiada. Aku menunduk dan mengelus dada dalam keprihatinan batin yang memang bimbang dan tidaklah segamblang dulu. Seakan nyata. Apakah memang nyata? Jika tidak, mana ada mu?.
Apa kau rela membiarkan sang penguasa membalik halaman ini ?
Jika memang engkau terjatuh atau terbelenggu dalam duka maka teriaklah. Aku PASTI akan menghampiri dan menujulurkan tangan wahai sesorang yang berinisial “R”. Apakah engkau memang telah mati dan terkebiri oleh desahan sang gairah di ujung asmara, seperti yang telah dikabarkan oleh bibir yang bertautan.

Seseorang yang berinisial “R” sesungguhnya adalah Rasa... toleran, perjuangan, sepenanggungan, persaudaraan, persahabatan, kasih sayang serta cinta dalam jabat erat kebersamaan.